Description
Buku ini berupaya melihat kebijakan luar negeri sebagai proses yang melibatkan beragam aktor, bukan semata-mata keputusan seorang presiden atau hasil kerja Kementerian Luar Negeri. Penafsiran terhadap prinsip Islam, kepentingan nasional, dan tanggung jawab kemanusiaan dapat melibatkan lembaga negara, diplomat, organisasi masyarakat, kelompok keagamaan, serta opini publik. Masing-masing aktor memiliki kepentingan, kewenangan, dan cara pandang yang tidak selalu sama. Oleh karena itu, penting untuk membedakan antara nilai yang dinyatakan, kepentingan yang diperjuangkan, dan tindakan yang benar-benar dilaksanakan. Pembedaan ini diperlukan agar pembahasan tidak terjebak pada anggapan bahwa identitas keislaman Indonesia dengan sendirinya menjamin kebijakan yang adil, konsisten, dan berpihak pada kemanusiaan.







Reviews
There are no reviews yet.