Description
Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa pemikiran keagamaan selalu hidup dalam ruang sejarah. Sebuah konsep teologis yang lahir dalam konteks tertentu dapat mengalami proses penerimaan, penafsiran, penyesuaian, bahkan pergeseran makna ketika dihadapkan dengan konteks masyarakat yang berbeda. Demikian pula pemaknaan qaḍāʾ wa qadar dalam tradisi Asy’ariyyah di Nusantara tidak dapat terlepas dari dinamika ulama, pesantren, masyarakat, kebudayaan, dan perubahan politik yang berlangsung dari masa ke masa. Dalam sejarah Nusantara, gagasan keagamaan tidak hanya menjadi doktrin yang diwariskan, tetapi juga menjadi sumber terbentuknya pandangan hidup dan respons terhadap perubahan sosial.







Reviews
There are no reviews yet.