Buku Merawat Kebhinekaan Sejak Dini: Pendidikan Pancasila untuk Anak Indonesia ditulis oleh Maya Muizatil Lutfillah, M. Japar, dan Herlina, tiga akademisi yang memiliki perhatian kuat pada isu pendidikan dasar, pendidikan Pancasila, serta pembentukan karakter anak. Buku ini terbit dalam format xii + 191 halaman, berukuran 15,5 x 23 cm, dan diterbitkan oleh CV. Affinity Publisher pada Cetakan Pertama, Januari 2026. Buku ini telah memiliki ISBN 978-634-96584-8-5 dan QRCBN 62-8570-1080-544, menandakan kesiapan dan kelayakannya sebagai rujukan ilmiah dan praktis.
Sejak halaman awal, buku ini langsung menegaskan posisi penting pendidikan Pancasila sebagai fondasi pembentukan karakter kebangsaan anak Indonesia. Pancasila tidak dipahami sebagai sekadar materi hafalan, melainkan sebagai nilai hidup yang harus ditanamkan melalui pengalaman belajar sejak usia dini.
Mengapa Buku Ini Layak Dibaca
Ada beberapa alasan kuat mengapa buku ini layak mendapat perhatian serius. Pertama, buku ini lahir dari kegelisahan terhadap realitas sosial Indonesia yang masih rentan terhadap intoleransi, polarisasi, dan melemahnya semangat kebhinekaan. Penulis melihat bahwa banyak persoalan kebangsaan berakar dari kegagalan pendidikan dalam menanamkan nilai Pancasila secara bermakna sejak awal.
Kedua, buku ini menawarkan pendekatan yang edukatif, kontekstual, dan ramah anak. Pendidikan Pancasila tidak disajikan secara dogmatis, tetapi diposisikan sebagai proses pembelajaran yang dekat dengan dunia anakโmelalui pembiasaan sikap, interaksi sosial, dan keteladanan. Pendekatan ini menjadikan nilai kebhinekaan lebih mudah dipahami dan dihayati.
Ketiga, buku ini mampu menjembatani teori dan praktik. Kajian konseptual tentang Pancasila dan kebhinekaan dipadukan dengan refleksi pedagogis yang relevan bagi guru dan orang tua. Dengan demikian, buku ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi memberi arah nyata bagi praktik pendidikan di sekolah dasar.
Relevansi Pendidikan Pancasila Sejak Dini
Buku ini menegaskan bahwa usia dini dan pendidikan dasar merupakan fase krusial dalam pembentukan kepribadian anak. Nilai toleransi, keadilan, dan persatuan tidak dapat ditanamkan secara instan ketika seseorang sudah dewasa. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut perlu dibangun secara bertahap melalui pendidikan yang konsisten dan berkesinambungan.
Dalam buku ini, kebhinekaan dipahami sebagai realitas sosial yang harus dikenalkan sejak awal, bukan dihindari atau disederhanakan. Anak perlu dibimbing untuk memahami perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bersama, bukan sebagai ancaman.
Dampak Strategis bagi Indonesia
Jika gagasan-gagasan dalam buku ini diterapkan secara luas, dampaknya bagi Indonesia sangat signifikan. Pendidikan Pancasila sejak dini berpotensi melahirkan generasi yang memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat, terbuka terhadap perbedaan, serta mampu hidup berdampingan secara damai.
Dalam jangka panjang, pendidikan semacam ini dapat menjadi benteng sosial terhadap radikalisme, intoleransi, dan konflik horizontal. Buku ini menunjukkan bahwa upaya menjaga keutuhan bangsa tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar negara, tetapi dari ruang-ruang pendidikan dasar tempat nilai ditanamkan sejak dini.
Merawat Kebhinekaan Sejak Dini bukan sekadar buku pendidikan, tetapi refleksi serius tentang masa depan Indonesia. Buku ini layak dibaca oleh guru sekolah dasar, mahasiswa kependidikan, orang tua, pengambil kebijakan, serta siapa pun yang peduli pada keberlanjutan nilai Pancasila dan kebhinekaan bangsa.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, buku ini mengingatkan satu hal penting: Indonesia yang rukun dan berkeadaban hanya dapat dibangun jika nilai Pancasila dirawat sejak usia paling awal.
Penulis : Muhammad Soleh, S.Ag, MA, C.Ed












