Dinamika hubungan antara gerakan Islam dan politik praktis selalu menjadi tema penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. Pada era Reformasi, relasi tersebut menemukan momentumnya melalui kelahiran Partai Amanat Nasional (PAN), yang tidak dapat dilepaskan dari peran dan kontribusi kader-kader Muhammadiyah. Tema inilah yang diulas secara mendalam dalam buku Gerakan Politik Muhammadiyah dalam Partai Amanat Nasional karya Rahmayanti, MA , yang kini resmi diterbitkan oleh CV. Affinity Publisher
Buku ini menghadirkan pembacaan kritis atas perjalanan politik warga dan elite Muhammadiyah dalam proses pendirian serta perkembangan Partai Amanat Nasional. Lebih dari sekadar catatan sejarah politik, karya ini menempatkan fenomena tersebut dalam kerangka relasi ideologis dan kultural antara organisasi keagamaan dan institusi politik modern.
Dari Islam Berkemajuan ke Praktik Politik
Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dikenal dengan gagasan Islam Berkemajuan โsebuah paradigma keislaman yang menekankan rasionalitas, etika, dan komitmen pada kemanusiaan universal. Buku ini menelusuri bagaimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam praktik politik PAN, khususnya dalam konteks demokrasi pasca-Orde Baru.
Rahmayanti menunjukkan bahwa keterlibatan kader Muhammadiyah dalam PAN tidak bersifat struktural-organisatoris, melainkan lebih sebagai ekspresi ijtihad politik warga Muhammadiyah dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan demokrasi. Dengan demikian, buku ini menegaskan adanya batas tegas antara Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan PAN sebagai entitas politik.
Menjaga Jarak Etis antara Dakwah dan Politik
Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pembahasannya mengenai dilema etika yang muncul ketika aktivisme keagamaan bersinggungan dengan kepentingan politik praktis. Penulis mengulas berbagai tantangan, mulai dari risiko politisasi agama hingga potensi konflik identitas antara peran sebagai aktivis dakwah dan aktor politik.
Dengan pengantar pemikiran dari Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si sebagai Dewan Pengarah, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa politik tidak semata arena kekuasaan, tetapi juga ruang pengabdian moral. Di sinilah urgensi menjaga etika dakwah dalam politik kebangsaan menjadi pesan utama yang relevan hingga hari ini.
Relevan bagi Akademisi dan Publik Luas
Disusun dengan gaya ilmiah-populer, buku setebal xii + 206 halaman ini layak dibaca oleh pembaca studi Islam dan politik, mahasiswa, aktivis organisasi kemasyarakatan, hingga pembaca umum yang ingin memahami wajah politik Islam Indonesia secara lebih jernih dan proporsional. Kehadirannya memperkaya khazanah literatur tentang demokrasi Indonesia, khususnya dalam konteks hubungan agama dan negara di era Reformasi.
๐ Data Buku
Judul: Gerakan Politik Muhammadiyah dalam Partai Amanat Nasional
Penulis: Rahmayanti, MA
Dewan Pengarah: Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si
ISBN: 978-634-96671-1-1
Ukuran: 15,5 x 23 cm | Tebal: xii + 206 hlm
Cetakan: Pertama, Januari 2026
Penerbit: CV. Penerbit Afinitas (Anggota IKAPI No. 523/JBA/2025)
Buku ini menjadi bacaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana nilai-nilai Islam berkemajuan bernegosiasi dengan realitas politik modernโtanpa kehilangan integritas dakwah dan komitmen kebangsaan.












