Description
Sering kali, hafalan dijadikan ukuran utama keberhasilan, seolah-olah Al-Qur’an hanya berhenti pada kemampuan mengingat kata per kata. Padahal, hakikat tahfidz bukanlah sekadar menyimpan ayat di kepala, melainkan menanamkan maknanya di hati dan memantulkannya dalam perbuatan. Di titik inilah buku ini berangkat — dari kegelisahan untuk mengembalikan ruh pembelajaran tahfidz agar tidak kehilangan makna, dan membangun manajemen mutu yang menumbuhkan manusia Qur’ani, bukan sekadar penghafal ayat.







Reviews
There are no reviews yet.