Description
Pertanyaan itu terus menghantui penulis:
apa makna kesejahteraan yang benar-benar berkeadilan?
Dan mungkinkah manusia mencapai kesejahteraan tanpa merusak nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas? Dari kegelisahan itulah buku ini bersumber.
Buku ini bukan ceramah dan bukan pula tuntunan yang memaksa. Ia lebih seperti undangan: undangan untuk melihat kembali dunia dengan kacamata nilai-nilai yang sering terpinggirkan.
Maqasid al-Syariah menjadi dasar pijakan bukan karena istilah itu terdengar religius atau elegan, tetapi karena ia menawarkan sesuatu yang sederhana namun sangat relevan:
bahwa kesejahteraan manusia tidak boleh hanya diukur dari angka, kebutuhan fisik, atau kemampuan ekonomi, tetapi juga dari ketenangan jiwa, ketahanan keluarga, kejernihan akal, dan terjaganya martabat setiap individu.







Reviews
There are no reviews yet.